3 Macam Bentuk Pembudidayaan Tanaman di Indonesia

Kategori



Bentuk Pembudidayaan Tanaman Di Indonesia - Di Indonesia, kita mengenal beberapa jenis pembudidayaan terhadap tanaman. Salah satunya ialah sistem Sawah.

Namun, sebelum kita melangkah sedikit jauh, marilah anda saya ajak untuk membaca tentang Penjelasan rinci Pembudidayaan Tanaman.

Penyebab Variasi Sistem Pertanaman

Sistem pertanaman dapat bervariasi pada setiap lahan usaha tani, tergantung pada ketersediaan sumber daya dan pembatas; geografi dan iklim; kebijakan pemerintah; tekanan ekonomi, sosial, dan politik; dan filosofi dan budaya petani.

Arti Pertanian Berpindah

Pertanian berpindah (tebang dan bakar) adalah sistem di mana hutan dibakar. Nutrisi yang tertinggal di tanah setelah pembakaran dapat mendukung pembudidayaan tumbuhan semusim dan menahun untuk beberapa tahun. Lalu petak tersebut ditinggalkan agar hutan tumbuh kembali dan petani berpindah ke petak hutan berikutnya yang akan dijadikan lahan pertanian. Waktu tunggu akan semakin pendek ketika populasi petani meningkat, sehingga membutuhkan input nutrisi dari pupuk dan kotoran hewan, dan pengendalian hama.

Industrialisasi Pertanian

Pembudidayaan semusim berkembang dari budaya ini. Petani tidak berpindah, namun membutuhkan intensitas input pupuk dan pengendalian hama yang lebih tinggi.

Industrialisasi membawa pertanian monokultur di mana satu kultivar dibudidayakan pada lahan yang sangat luas. Karena tingkat keanekaragaman hayati yang rendah, penggunaan nutrisi cenderung seragam dan hama dapat terakumulasi pada halah tersebut, sehingga penggunaan pupuk dan pestisida meningkat.

Di sisi lain, sistem tanaman rotasi menumbuhkan tanaman berbeda secara berurutan dalam satu tahun. Tumpang saria dalah ketika tanaman yang berbeda ditanam pada waktu yang sama dan lahan yang sama, yang disebut juga dengan polikultur.

Di lingkungan subtropis dan gersang, periode penanaman terbatas pada keberadaan musim hujan sehingga tidak dimungkinkan menanam banyak tanaman semusim bergiliran dalam setahun, atau dibutuhkan irigasi. Di semua jenis lingkungan ini, tanaman menahun seperti kopidan kakaodan praktik wanatani dapat tumbuh. Di lingkungan beriklim sedang di mana padang rumput dan sabana banyak tumbuh, praktik budidaya tanaman semusim dan penggembalaan hewan dominan.

Bentuk pembudidayaan tanaman di Indonesia
Di Indonesia, masyarakat mengenal beberapa bentuk pembudidayaan terhadap tanaman. Apa saja itu??

*. Sawah

Sawah merupakan suatu bentuk pertanian yang dilakukan di lahan basah dan memerlukan banyak air baik sawah irigasi, sawah lebak, sawah tadah hujan maupun sawah pasang surut.

*. Tegalan

Tegalan merupakan suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanami tanaman musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah.

Lahan tegalan tanahnya sulit untuk dibuat pengairan irigasi karena permukaan yang tidak rata. Pada saat musim kemarau lahan tegalan akan kering dan sulit untuk ditubuhi tanaman pertanian.

*. Pekarangan

Yang ketiga ini Pekarangan, yaitu suatu lahan yang berada di lingkungan dalam rumah (biasanya dipagari dan masuk ke wilayah rumah) yang dimanfaatkan untuk ditanami tanaman pertanian.
(Di edit dari : Wikipedia)

Ok. Jadi sudah mengerti apa itu pembudidayaan tanaman serta bentuk bentuknya bukan??

Jadi sampai disini dulu pembahasan singkat kami.

Baca Juga : Forum dan Komunitas Pertanian Indonesia – Agroteknologi.web.id

Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
 

Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

削除
3 Macam Bentuk Pembudidayaan Tanaman di Indonesia
    Komentar(0)